Kamis, 17 Januari 2013

cara melatih sepak bola


jornada 26 telah terlewati pada akhir pekan lalu dan Real Madrid masih bertahan di puncak klasemen sementara dengan keunggulan 10 angka dari rival abadi mereka, Barcelona. Dengan sekitar 12 pertandingan lagi yang tersisa, Madrid pun masih menjadi kandidat terkuat untuk merebut gelar juara La Liga 2011/12.

Madrid musim ini memang begitu superior. Sejak awal musim hingga saat ini, Los Blancos masih terus konsisten di jalur kemenangan. Mereka hanya tiga kali tersandung dan gagal meraih tiga angka, yaitu ketika dikejutkan hingga meraih kekalahan dari Levante, ditahan oleh Racing Santander, dan dipercundangi oleh Barcelona. Di luar itu, Cristiano Ronaldo dkk. benar-benar tak mampu dibendung oleh tim La Liga lainnya.


Hal yang menarik untuk dilihat adalah bagaimana performa Real Madrid selama musim dingin atau pertengahan musim, masa-masa krusial di mana biasanya tim-tim yang bermain di kompetisi liga seketat La Liga akan mulai kehabisan bensin atau mulai diserang cedera pemain yang bisa mempengaruhi kekuatan tim. Kenyataannya, mayoritas pemain Madrid berhasil tetap bugar, bahkan pemain-pemain yang terus dimainkan seperti Ronaldo sekalipun. Apa rahasia pelatih Jose Mourinho untuk tetap mempertahankan kebugaran para pemainnya?

Selain selalu mengeluarkan pernyataan yang unik nan kontroversial di hadapan para wartawan, Mourinho juga cukup unik ketika memberikan latihan kepada para pemainnya. Salah satu keunikannya adalah cara Mourinho menjaga kondisi para pemainnya. Mourinho tak mengandalkan berlatih di dalam gym seperti pelatih-pelatih sepakbola lainnya, Mou hanya mengandalkan latihan permainan menggunakan bola dalam tim-tim kecil.

“Saya hanya melakukan pertandingan tiga lawan tiga, tiga lawan dua, empat lawan tiga, lima lawan lima….” ujar salah seorang pemain kepada media Spanyol, El Pais. “Kami bermain setiap hari di atas lapangan dalam jumlah yang berbeda, dengan gol yang bertambah maupun berkurang dalam hal jumlah dan ukurannya.”

Latihan jenis ini tentu awalnya menimbulkan kebingungan di antara punggawa Madrid. Maklum, biasanya di awal musim, para pemain pasti diberikan porsi latihan yang cukup besar di dalam gym untuk mengembalikan kondisi kebugaran tubuh yang sempat menurun ketika liburan. Tetapi Mourinho merasa yakin dengan metode latihannya tersebut. “Anda akan dalam kondisi sangat bagus di akhir musim nanti,” kata Mourinho.

Sejak dulu, Mourinho memang percaya bahwa pesepakbola harus selalu berlatih dengan menggunakan bola. Dalam buku “A, A’ Por que tantas victorias?” atau yang secara harafiah berarti “Mengapa Begitu Banyak Kemenangan?”, Mourinho mengungkapkan bahwa sejak awal ia memang tak memiliki metode latihan tanpa bola karena mereka memang bermain di organisasi sepakbola. Hal ini juga didukung oleh eks pelatih Real Sociedad, Juanma Lillo, yang mengatakan, “Di sepakbola, melatih fisik tanpa bola seperti melatih lengan Nadal (Rafael Nadal, petenis) tanpa menyambungkan lengannya dengan tubuhnya.”

Pemain dituntut tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga dari sisi teknik dan taktik. Untuk hal yang terakhir ini, Mourinho benar-benar keras. Ia ingin para pemainnya paham dengan taktik yang perlu diimplementasikan di atas lapangan. “Dalam mengejar sisi taktis, saya memfavoritkan hal itu dibanding komponen penampilan lainnya,” aku Mourinho.  “Kebutuhan akan hal taktis berada di atas hal lainnya. Saya tidak percaya pada tim yang telah siap fisik dengan baik atau buruk, tetapi pada tim yang telah memahami atau tidak dengan matriks permainan.”

Mourinho memang memiliki cara tersendiri dalam melatih pemain-pemainnya. Jadwal Mourinho biasanya adalah melatih fisik (dengan menggunakan bola, tentunya) selama satu jam dan kemudian dilanjutkan dengan latihan permainan dalam tim besar yang berlangsung selama 10 sampai 20 menit. Namun yang unik dari latihan permainan ini, para pemain dituntut untuk bermain dengan sangat cepat dan tak boleh berhenti. Setiap pemain harus selalu bergerak.

“Anda bisa memiliki beberapa detik untuk beristirahat dan minum,” terang Mourinho seperti dikutip oleh El Pais. Namun meski ada waktu istirahat, para pemain tetap tak boleh bermain-main, “dan jika konsentrasi Anda terganggu dengan berbicara kepada seseorang, maka Anda tidak boleh minum.”


Unik, namun sukses. Terbukti dengan sangat baiknya kondisi fisik para punggawa Los Merengues hingga saat ini dan hanya sedikit pemain yang terganggu oleh cedera. Mourinho setidaknya telah membuktikan bahwa dirinya memang salah satu pelatih terbaik di dunia saat ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar